Tuhan Patahkan Hatiku Demi Selamatkanku
Terima
kasih Tuhan...
Engkau
patahkan hati ini berkali-kali hanya demi selamatkan aku.
Sungguhpun
aku tidak tahu apa rencana besarMu untuk hambaMu ini. Tapi yang kutahu Engkau
selalu mengasihi dan menyayangi hamba-hambaMu dengan cara yang misterius. Dan
seringkali manusia berpikir Engkau justru tidak berpihak dan tidak adil.
Hampir
sepuluh bulan punya toxic relationship
dan waktu itu juga selalu jadi bucin. Yaah, itu aku. Tapi memang manusia perlu
belajar dari kesalahan, bukan? Punya pacar yang suka ngatur-ngatur, sangat
egois dan sikapnya yang kekanak-kanakan, super possesif dan over protective,
dan tidak mandiri. Selalu menghadapi dia dengan sabar, sabar, dan sabar.
Masalah
kecil selalu dibesar-besarkan, sering ngeblockir
lalu unblock, padahal umur udah
hampir mendekati kepala tiga. Kadang berpikir juga gimana kalau memang besok
dia adalah jodohku, apakah akan berubah seiring berjalannya waktu? Yang aku
tahu sih, manusia tidak akan pernah bisa berubah kecuali atas kemauan dia
sendiri dan ada sesuatu hal yang bisa merubahnya.
Tapi
aku selalu positif thinking bahwa
mukjizat Tuhan itu nyata. Tuhan Maha membolak-balikkan hati hambaNya. Selama
menjalin hubungan dengannya, kesabaranku bener-bener diuji. Dari situ pula
berlatih sabar menghadapi sifat seseorang. Tidak bisa dipungkiri juga bahwa
sering banget lakukan kebohongan kecil, itu memang gak baik sih. Tapi
masalahnya adalah apapun yang kita lakuin harus selalu ijin dia. Harus selalu
sepengetahuan dia.
Kita
juga manusia sosial yang normal. Butuh berinteraksi dan menjalin komunikasi dengan
kawan lama. Mau bertemu teman lama saja sampai diinterogasi, mau kemana? Dengan
siapa? Ngapain? Pulang jam berapa? Dan waktu kita sangat dibatasi. Siapa yang
betah dengan kondisi seperti itu? Itu artinya dia bener-bener insecure dan
tidak ada rasa percaya pada pasangannya, kan? Lalu buat apa menjalin hubungan
tanpa didasari rasa percaya?
Sering
banget berantem hal-hal kecil sampai berantem hebat, ngeblock, pada akhirnya memohon-mohon minta maaf dan janji-janji gak
diulangi lagi. Nyatanya? Rasanya tuh kesel banget.
Hingga
pada akhirnya kesabaranku benar-benar mulai habis dan amarahku sudah tidak bisa
diredam lagi. Apalagi kalau bukan kejujuran dan kebohongan. Rupanya selama ini
dia diam-diam berhianat dan ada main di belakangku. Parahnya itu dengan
mantannya sekaligus orang sekampungnya. Sumpah serapah keluar saja dari mulutku
sampai dia benar-benar ketakutan dan sampai memohon-mohon bahkan mau mencium
kakiku.
Aku
memaafkan? Mungkin iya. Apakah aku melupakan? Tidak semudah membalikkan telapak
tangan. Pengorbananku, ketulusanku, kesabaranku selama ini hanya dibalas dengan
penghianatan. Tanpa campur tangan Tuhan dalam hidupku mungkin aku sudah hancur
sehancur-hancurnya. Mau menangis tapi rasanya orang seperti itu tidak pantas
untuk kutangisi. Air mataku terlalu berharga untuk seorang penghianat seperti
dia. Aku cuma pasrah dan terus meminta Tuhan mengobati luka yang menganga itu.
Satu pintaku pada Tuhan yang selalu kusebut dalam setiap do’aku adalah aku
ingin melihat karma yang dia dapatkan atas apa yang telah dia lakukan padaku.
Dan sungguh aku tidak rela dan tidak ikhlas kalau dia hidup tenang bersama
wanita siapapun itu. Apakah aku tidak rela karena aku masih mengharapkan dia
atau mencintai dia? TIDAK. Rasa cintaku seketika berubah menjadi kebencian yang
mendalam di hari itu.
Tuhan
memang Maha membolak-balikkan hati manusia. Rasa cinta dan sayang yang tulus
itu seketika menjadi api kebencian dan semakin mendalam. Aku tidak menyesal
pernah mencintainya yang aku sesalkan adalah memercayainya.
Apapun
itu, aku tinggal menunggu waktu. Biarlah waktu yang akan menunjukkan padaku karma
apa yang akan dia dapat. Aku sangat yakin seyakin-yakinnya bahwa Tuhan itu Maha
Penyayang. Tuhan tidak akan pernah meninggalkan hambanya dan tidak akan pernah
memberikan cobaan melebihi batas kemampuan hambanya.
Yaa...
mungkin Tuhan merasa rindu dengar do’a-do’aku, pintaku, mungkin Tuhan ingin aku
lebih dekat lagi denganNya. Itu adalah salah satu cara Dia menyapaku. Entah
kenapa di saat aku merasa benar-benar sangat hancur dan patah, tapi seolah ada
kekuatan yang menopangku.
Tuhan,
Engkau sungguh baik. Teramat baik dan sangat mencintaiku. Maafkan aku sering
melupakanMu di saat aku sedang senang. Aku yakin banget Tuhan mengambil sesuatu
darimu dan pasti akan menggantinya dengan yang lebih baik. Saat Dia mengambil
apa yang kita punya kadang hati kita merasa sangat tidak rela dan tidak ikhlas,
tapi percayalah... percayalah Dia akan menggantinya dengan yang lebih baik.
Lalu
apa kabar dengan hidupku setelah aku terlepas dengan hubungan yang toxic itu?
Pastinya kau merasa sangat lega dan terasa lepas. Aku merasa tidak ada lagi
beban, aku benar-benar merasa seperti burung yang terlepas dari sangkarnya. Aku
juga sangat bersyukur banget, Tuhan kirimkan aku banyak teman-teman yang selalu
membuat aku tertawa lepas bahkan bisa melupakan rasa sakit saat bersama mereka.
Aku
cukup menunggu biarlah waktu berjalan apa adanya, dan memberikan jawab yang
selama ini aku cari dan aku nantikan. Anyway, setelah hampir delapan bulan, aku
baru bisa menuliskan luapan rasa hatiku di sini. Tidak semua aku tulis tapi ini
adalah intinya.
Semoga
Tuhan selalu membimbing kita dan selalu merahmati kita. J
Komentar
Posting Komentar