TAK LAGI SAMA

Sungguh senyum itu sudah memudar. Tak lagi sama seperti yang dulu. Hatinya juga sudah tak lagi sama. Segalanya berubah. Tak terkecuali.
Peristiwa itu tidak hanya mengubah dirinya namun juga seluruh hidupnya. Pemikiran dan hatinya juga. Apakah memang sengaja dia berubah atau memang waktu yang mengubahnya?

Impiannya yang dulu sempat melambung tinggi bersama seseorang itu, kini telah jatuh dan hanya tinggal puing-puing saja. Yang tak mungkin kembali untuk dijadikan utuh seperti sedia kala. Dia tak akan mencari puing-puing itu untuk disatukan. Yang ia butuhkan adalah waktu untuk menata kembali dan merubah mimpinya itu.

Dia tak sendiri. Meskipun rapuh tapi dia berkeyakinan bahwa Tuhan selalu menopang dirinya. Yang ia tahu Tuhan tak akan pernah meninggalkannya, bagaimanapun itu. Seperti orang yang kelelahan, ia hanya mengambil nafas dan siap untuk berlari lagi. Ia yakin di garis finis nanti ada seseorang yang sedang menunggu dan akan memeluknya. Kini ia pun juga tak sendiri. Seseorang terus memberikan asa dan memberi harap. Menawarkan seteguk air bagai di oase.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Secangkir Kopi